HAMPIR setiap bayi memiliki kebiasaan gumoh. Tetapi, gumoh bukanlah muntah. Gumoh merupakan hal yang fisiologis yang sering terjadi pada bayi. Lalu apa saja yang menyebabkan bayi sering muntah? Menurut dr Sabar Hutabarat SpA, pada dasarnya muntah pada bayi ada yang bersifat fisiologis dan ada yang bersifat patalogis. Salah satu muntah yang bersifat fisiologis yakni yang dikenal dengan gumoh. “Gumoh ini mirip muntah tapi tidak banyak, hanya keluar sedikit pada saat usai menyusui dan ini masih fisiologis,” ujarnya saat ditemui di Puskesmas Pakuan baru.

Gumoh biasanya disebabkan fungsi pencernaan bayi dengan peristaltik (gelombang kontraksi pada dinding lambung dan usus) untuk makanan dapat masuk dari saluran pencernaan ke usus, masih belum sempurna. Itu sebabnya ada makanan yang masih tetap di lambung, tidak keluar-keluar karena peristaltiknya tidak bagus. Akibatnya, terjadilah atau gumoh. Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. “Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri,” ujarnya.
Hal lain yang sering menyebabkan bayi muntah adalah posisi menyusui. Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran napas. Bayi pun muntah.
Karena itu, dr Sabar mengingatkan jika menyusui, posisi bayi dimiringkan. Kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah.
Untuk bayi yang menyusu dari botol, pemakaian bentuk dot juga berpengaruh pada muntah. Jika si bayi suka dot besar lalu diberi dot kecil, ia akan malas mengisap karena lama. Akibatnya susu tetap keluar dari dot dan memenuhi mulut si bayi dan lebih banyak udara yang masuk. “Udara masuk ke lambung, membuat bayi muntah,” ujarnya.

Muntah pada bayi bukan cuma keluar dari mulut, tapi juga bisa dari hidung. Hal ini terjadi karena mulut, hidung, dan tenggorokan punya saluran yang berhubungan. Pada saat muntah, ada sebagian yang keluar dari mulut dan sebagian lagi dari hidung. Mungkin karena muntahnya banyak dan tak semuanya bisa keluar dari mulut, maka cairan itu mencari jalan keluar lewat hidung.

Yang perlu dikhawatirkan, seperti dituturkan dr Sabar, bila si bayi tersedak dan muntahnya masuk ke saluran pernapasan alias paru-paru. “Nah, ini disebut aspirasi dan berbahaya,” tukasnya. Lebih bahaya lagi jika si bayi tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Jika ini yang terjadi, tak ada pilihan lain kecuali membawanya ke dokter.

Untuk mencegah kemungkinan tersedak, dr Sabar menganjurkan agar setiap kali bayi muntah selalu dimiringkan badannya. Akan lebih baik jika sebelum si bayi muntah (saat menunjukkan tanda-tanda akan muntah) segera dimiringkan atau ditengkurapkan atau didirikan sambil ditepuk-tepuk punggungnya.(*)

(diposting : http://bidanpurnama.wordpress.com/2011/01/08/posisi-menyusui-bisa-sebabkan-bayi-muntah/)

 
Free Joomla Templates by JoomlaShine.com